Kesimpulan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas
Koneksi Antar Materi
Modul 2.1.
Kesimpulan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas
| Diterbitkan | : | 01 November 2022 23.36 |
| Sumber | : | Hj.Eneng Ulfatun Hasanah,S,Pd. LMS Guru Penggerak Modul 2.1 |
| Penulis | : | Hj.Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd. |
Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas
Pembelajaran berdiferensiasi (differenciated instructions) merupakan implementasi pembelajaran yang berpihak kepada murid sesuai konsep merdeka belajar. Pembelajaran berdiferensiasi dirancang,dilaksanakan dan dinilai untuk memenuhi kebutuhan individual murid dengan memperhatikan Kesiapan Belajar (readiness), Minat Belajar (learning interest), dan Profil Belajar (learning profiles). Tomlinson (2000) menyatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda,sehingga tidak bisa kita memberikan perlakuan yang sama namun dalam penerapannya harus tindakan yang masuk akal yang dapat diterima oleh peserta didik kita sehingga menghindarkan kesalahpahaman perlakuan guru terhadap peserta didik yang lainnya.
Adapun ciri-ciri atau kerakteristik pembelajaran berdiferensiasi yaitu :
1. Lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar.
2. Kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.
3. Terdapat penilaian berkelanjutan.
4. Guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid, dan manajemen kelas efektif.
Contoh kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru juga memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari. Contoh kelas yang belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru lebih memaksakan kehendaknya sendiri. Guru tidak memahami minat, dan keinginan murid. Kebutuhan belajar murid tidak semuanya terpenuhi karena ketika proses pembelajaran menggunakan satu cara yang menurut guru sudah baik, guru tidak memberikan beragam kegiatan dan beragam pilihan.
Agar dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, ada beberapa yang harus dilakukan oleh guru yaitu :
- Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll)
- Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)
- Mengevaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.
Ada tiga strategi diferensiasi yaitu :
1. Direfensiasi konten
Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadap kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya.
Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
2. Diferensiasi proses
Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.
Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:
a. Menggunakan kegiatan berjenjang
b. Menyediakan pertanyaan pemantik yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat.
c. Membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas).
d. Mengembangkan kegiatan bervariasi.
3. Diferensiasi produk
Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita yaitu : karangan, pidato, rekaman, diagram atau sesuatu yang ada wujudnya.
Produk yang diberikan meliputi 2 hal:
a. Memberikan tantangan dan keragaman atau variasi,
b. Memberikan murid pilihan, mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.
Tentu saja penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, dan terutama kepada murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya. Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai,merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik. Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal sesuai harapan.
Guru harus dapat bersikap baik dan optimis, karena banyak kendala dan tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini maka kita terus belajar dan berbagi pengalaman dengan teman sejawat lainnya yang mempunyai masalah yang sama dengan kita (membentuk Learning Community) ,saling mendukung dan memberi semangat dengan sesama teman sejawat serta menerapkan apa yang sudah kita peroleh dan bisa kita terapkan meskipun belum maksimal.Terus berusaha untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah diterapkan.

Narasi yang bagus dan lengkap lanjutkan karya berikutnya
BalasHapusAlhamdulillah,terima kasih ibu,barokallah.Aamiin..
HapusLuar biasa Bu Eneng lengkap dan jelas
BalasHapusAlhamdulillah,terima kasih ibu.
Hapus