Jurnal Refleksi Modul 2.3.
JURNAL REFLEKSI MODUL 2.3
| Diterbitkan | : | 27 Desember 2022 15.20 |
| Sumber | : | Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd. LMS Guru Penggerak modul 2.3 |
| Penulis | : | Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd. |
1. Facts (Peristiwa)
Pada modul 2.3 diawali mulai dari 2.3.a.3 mulai dari diri, saya membuat blog yang berisikan jawaban dari pertanyaan pemantik yang diberikan untuk refleksi diri saya tentang supervisi di sekolah saya, kemudian masuk ke eksplorasi konsep, modul 2, 3,a,4,1 yang membahas tentang coaching, perbedaan antara metode pengembangan diri coaching, mentoring, konseling, fasilitasi dan training, konsep coaching secara umum, bagaimana coaching dilakukan dalam konteks pendidikan, paradigma coaching dilihat dari sistem Among yang merupakan konsep dari Ki Hajar Dewantara, selanjutnya masuk ke modul 2.3.a.4.2 tentang eksplorasi paradigma pembinaan berpikir dan pembinaan prinsip-prinsip dalam komunikasi yang pengembangannya untuk pengembangan kompetensi,juga mengaitkan antara paradigma berpikir dan prinsip-prinsip pembinaan dengan supervisi akademik, selain itu disana juga masalah perbedaan antara pembinaan, kolaborasi, konsultasi, dan evaluasi dalam kerangka kerja rekan sejawat, dibantu dengan video percakapan pembinaan yang membantu saya memahami tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang coach yang baik. Selanjutnya di modul 2.3.a.4.3 di Bahas tentang kompetensi inti coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan coaching , disini dipelajari alur coaching mulai dari Tujuan, Identifikasi, Rencana aksi, dan Tanggung jawab yang diakronimkan menjadi TIRTA, diharapkan akan seperti air yang mana komunikasi bisa mengalir, disini juga dibahas tentang inti coaching yaitu presence kehadiran penuh yang terlihat pada coach, dengan memberikan perhatian penuh akan apa yang disampaikan oleh coachee, menjadi seorang pendengar aktif dengan sesekali memberikan tanggapan atas apa yang sedang dibicarakan oleh coachee, dan dibahas tentang keterampilan membuat pertanyaan berbobot dalam percakapan coaching, selain itu, modul ini juga membahas tentang jalannya percakapan coaching untuk membuat rencana aksi, coaching untuk melakukan refleksi, coaching untuk memecahkan masalah dan coaching melakukan kalibrasi, selanjutnya di forum diskusi eksplorasi kami saling melakukan pemantapan pemahaman dengan berdiskusi antar CGP Pada modul 2.3.a.5 yaitu ruang kolaborasi saya berpasangan dengan pak Arsali melakukakn sebuah percakapan coaching untuk benar-benar memberikan pengalaman coaching secara nyata dengan teman sesama CGP, dan hasil percakapan divideokan dan diunggah sebagai salah satu tagihan dari LMS, kemudian pada modul 2.3.a.6 demonstrasi kontekstual, kami dikelompokkan dengan beranggotakan 2 orang ( saya, dan pak Arsali) namun dibantu pak Ulung dari kelompok lain yang berkenan membantu kami dengan menjadi coachee, kami membuat video percakapan dengan 1 CGP menjadi observer, 1 CGP lain menjadi coach, dan 1 CGP lainnya menjadi Coachee, kami melakukan secara bergiliran, kegiatan ini menambah pemahaman kami tentang bagaimana seharusnya menjadi observer, apa yang perlu diperhatikan pada saat pra observasi, saat observasi dan pasca observasi. Selanjutnya saya belajar modul 2.3.a.7 yaitu elaborasi pemahaman bersama bapak instruktur membahas tentang coaching dan supervisi akademik lebih dalam lagi. Dan kemudian saya membuat koneksi antar materi modul 2.3, dengan memberikan refleksi saya dengan apa yang saya dapati dan bagaimana dengan rencana dan langkah ke depannya yang akan saya lakukan, selanjutnya yaitu membuat rancangan aksi nyata yang berkaitan dengan supervise akademik yang dilakukan dengan teman sejawat, dan pada hari jumat, tanggal 13 Desember tahun 2022 saya melakukan test akhir modul 2.
2. Feelings(Perasaan)
Saya sangat semangat mengikuti kegiatan pembelajaran tentang coaching ini. Pada modul 2.3. Ini, saya menjadi begitu penasaran awalnya bagaimana menjadi coach yang baik, dan kemudian merasa senang sekali karena semuanya terjawab di modul ini ditambah dengan beberapa praktik langsung bersama para CGP membuat pemahaman yang baik tentang modul 2. Dari hasil praktik saya merasa masih banyak kekurangan sehingga merasa bersemangat untuk belajar lagi dan berusaha memahami tentang kepelatihannya, bagaimana membuat pertanyaan berbobot, dan bagaimana menyikapi sebagai pendengar yang baik.
3. Findings (Pembelajaran)
Banyak informasi pengetahuan dan pengalaman baru pada modul 2.3. memberi saya banyak pengetahuan dan pembelajaran yang banyak tentang bagaimana menjadi pembinaan yang baik dan bagaimana melakukan supervisi akademik yang baik yang dapat membantu pengembangan diri rekan sejawat, ada fase ini saya diajak untuk meninjau ulang keseluruhan materi pembelajaran di Modul 2:yang pernah saya dapati mulai dari konsep Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pembelajaran, tentang peran dan nilai guru penggerak, tentang pembelajaran berdiferensiasi yang berkaitan juga dengan Pembelajaran Sosial dan Emosional yang semuanya berkaitan dengan coaching dan supervise akademik, di modul ini juga saya mencoba merancang sebuah aksi nyata supervisi akademik terhadap rekan sejawat, untuk membantunya mengembangkan kemampuan diri rekan sejawat.
4. Future (Penerapan)
Kita sebagai seorang guru tentunya sering menjumpai banyak permasalahan di lapangan yang terkait dengan potensi para murid dan mungkin rekan sejawat. permasalahan tersebut seringkali menjadi salah satu penghambat kemajuan seseorang dalam mencapai tujuannya, bahkan mereka saja tidak sadar akan kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki untuk menyelesaikan permasalahannya. Oleh karena itu, coaching sangat perlu dilakukan untuk dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut. Selanjutnya saya berharap praktik baik ini bisa dilakukan juga oleh rekan sejawat lainnya. Sehingga semua mampu menjadi pelatih yang baik bagi muridnya dan orang lain.
Komentar
Posting Komentar