3.2.a.8. Koneksi Antar Materi – Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi – Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
| Diterbitkan | : | 21 Februari 2023 10.13 |
| Sumber | : | Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd. LMS Guru Penggerak modul 3.2 |
| Penulis | : | Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd. |
- Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya adalah peran seorang calon guru penggerak/pemimpin dalam mengelola sumberdaya yang ada di sekolah. Tugas seorang pemimpin pembelajaran adalah merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan melakukan pengawasan agar tujuan organisasi sekolah dapat tercapai.
Pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah dapat diimplementasikan dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD). Diantaranya, fokus pada aset dan kekuatan, membayangkan masa depan, berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan), merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan, melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan.
- Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Sekolah merupakan sebuah ekosistem pendidikan yang memiliki interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Dalam hal ini ada beberapa faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah diantaranya ialah Pertama, faktor biotik meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan unsur hidup seperti manusia. Contohnya adalah Murid, Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan (seperti Tata Usaha (TU), Satpam/Penjaga sekolah). Contoh lainnya adalah Pengawas Sekolah, orang tua dan masyarakat di sekitar sekolah. Sedangkan yang kedua adalah Faktor Abiotik meliputi segala sesuatu yang non hidup seperti anggaran, Sarana dan prasarana, kurikulum, peraturan dan penegakkan disiplin.
Dari beberapa sumber daya yang ada di sekolah tersebut tentu memiliki kontribusi dan hubungan dalam membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas apabila sumber daya dikelola secara tepat. Misalnya:
- Modal Manusia, contoh: Guru yang mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid akan mendorong tumbuhkembang murid untuk menggali potensi dirinya
- Modal Fisik, contoh: Sarana dan prasarana yang memadai akan menunjang pembelajaran murid menjadi lebih efektif
- Modal Alam/lingkungan, contoh: lingkungan yang asri dapat membuat murid merasa nyaman belajar di luar kelas dan juga sekolah yang memiliki alam yang indah bisa menjadi media belajar siswa
- Modal Politik, contoh: keterlibatan guru dalam organisasi profesi seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran dapat membantu meningkatkan kompetensi guru yang berimbas pada perubahan kualitas belajar murid
- Modal Finansial, contoh: BOS dan BOSDA, dapat membantu operasional sekolah
- Modal Sosial, contoh: Relasi baik dengan lembaga kursus dan lembaga lain di sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar murid
- Modal Agama dan Budaya, contoh: Pembiasaan positif seperti mengaji dan mengkaji Al-Qur’an di sekolah dapat membantu murid yang beragama Islam untuk memahami dan mendalami ajaran agama Islam atau modal budaya, dapat membantu murid untuk mengenal identitas budaya bangsa dan daerahnya seperti menyanyikan lagu indonesia raya setiap pagi sebagai wujud cinta tanah air, ada kurikulum bahasa daerah sunda, mengenal produk daerah seperti kain batik khas Pandeglang.
- Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan adalah upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Baik kemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Oleh karena itu agar lebih maksimal calon guru penggerak harus memiliki nilai dan peran serta daya dukung dari semua pihak agar tujuan pendidikan yang diharapkan tersebut dapat terwujud menuju profil pelajar pancasila.
Berdasarkan konsep Inquiry Apresiatif (IA) dan Profil Pelajar Pancasila, sebagai seorang calon guru penggerak tentu harus dapat mengidentifikasi potensi dan kekuatan yang dimiliki setiap murid agar segera dapat diberdayakan dan dimaksimalkan yakni diawali dengan merancang visi yang berpihak pada murid.
Berdasarkan visi tersebut, maka calon guru penggerak dan sekolah perlu membuat suatu program yang berdampak pada murid. Oleh karena itu, budaya positif di kelas dan sekolah perlu diciptakan agar dapat mendukung pembentukan karakter murid yang diharapkan. Semua komponen diharapkan dapat terlibat khususnya guru sebagai manajer kontrol dan role model.
Budaya positif sekolah yang berdampak baik pada pengembangan karakter murid perlu dipupuk melalui keteladanan dari guru dan warga sekolah sehingga saat berhadapan dengan dilema etika dan bujukan moral, calon guru penggerak khususnya dapat mengambil suatu keputusan yang efektif yang akan mengantarkannya menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang lebih baik, berkualitas dan mandiri.
Keputusan efektif dari seorang pemimpin pembelajaran tentu akan berimbas pada pengelolaan sumberdaya yang ada di sekolah dan sekitarnya secara efektif pula. Dengan memanfaatkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset, CGP mampu mengidentifikasi berbagai sumber daya daerah dan strategi pemanfaatannya secara efektif sehingga program-program yang berdampak pada murid akan dapat terealisasi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
- Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
Sebelum saya mengikuti pelatihan modul 3.2 tentang Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya ini, saya tidak pernah memikirkan sumber daya/aset/modal yang dimiliki sekolah karena mindset saat itu saya hanya seorang guru namun setelah mempelajari modul ini saya merasa senang banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya dapatkan baik secara mandiri maupun diskusi sesama rekan sejawat dan tentunya bisa diterapkan untuk membuat suatu program yang membawa dampak pada murid. Seorang pemimpin pembelajaran harus berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada di sekolah dengan begitu diharapkan membawa dampak yang signifikan terhadap transformasi pendidikan baik dari aspek modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal finansial, politik, modal alam/lingkungan, dan modal agama serta budaya.
- Komunikasikan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggahlah hasil pemikiran Anda melalui LMS/moda yang telah disepakati bersama.

Komentar
Posting Komentar