KONEKSI ANTAR MATERI 3.1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

KONEKSI ANTAR MATERI 3.1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Diterbitkan:13 Februari 2023 13.31
Sumber:Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd.
LMS Guru Penggerak modul 3.1
Penulis:Hj. Eneng Ulfatun Hasanah,S.Pd.













KONEKSI ANTAR MATERI 3.1.a.8 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

1.   Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan untuk    pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin? Prata Triloka Ki Hadjar Dewantara yaitu 

-          Ing Ngarso Sung Tulodo

Kita sebagai seorang pemimpin di depan dapat memberikan teladan yang baik bagi 

muridnya dan rekan sejawat maupun anggota masyarakat  yang artinya guru harus

dapat menganalisis dan mempertimbangkan matang-matang dan penuh kehati-hatian 

dalam mengambil keputusan karena keputusan tersebut akan berdampak dan menjadi

 contoh bagi murid,rekan sejawat dan anggota masyarakat sekitarnya .

-          Ing Madyo Mangun Karso

Kita sebagai pemimpin di tengah dapat membangun karsa, kemampuan dan semangat 

yang artinya guru harus mampu mengambil keputusan-keputusan (seperti teknik dan 

media pada saat mengajar) haruslah yang berpihak pada murid dan mampu membangkitkan

karsa (semangat dan kemampuan muridnya).

-          Tut Wuri Handayani

Kita sebagai pemimpin di belakang dapat memberikan dorongan kinerja murid untuk

mengembangkan potensinya yang artinya guru harus mampu mengambil keputusan

terkait proses pembelajaran dan kegiatan sekolah yang dapat mendorong kinerja murid 

agar dapat berkembang sesuai dengan minat, profil dan kesiapan belajar murid agar murid 

dapat mencapai kebahagian setinggi-tingginya.

 

2.     Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita 

  a  ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai dan karakter yang tertanam dan terbentuk dalam diri seorang guru berpengaruh 

kepada prinsip-prinsip yang diambil dalam pengambilan keputusan, tiga prinsip pengambilan

keputusan yaitu :

a. Rule Based Thinking (Mengedepankan intuisi, kejujuran, aturan, atau prinsip yang mendalam)

b.End Based Thinking (Nilai-nilai agama penghargaan akan hidup dan masa depan)

c. Care  Based Thinking (Kasih sayang,cinta,toleransi,kesetiaan dan empati.)

 

3.      Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

            Pembimbingan yang dilakukan oleh Pengajar Praktik dan Fasilitator telah membantu saya berlatih mengevaluasi pengambilan keputusan yang telah saya ambil dan lebih bersikap bijaksana. Apakah keputusan yang sudah saya ambil itu telah berpihak pada murid, sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal dan dapat dipertanggung jawabkan untuk kedepannya supaya lebih baik lagi.

4.      Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

            Kita sebagai Guru sekaligus pemimpin pembelajaran harus mampu mengelola dan menyadari aspek sosial emosional agar mampu bijak dalam mengambil dan menguji keputusan. Seorang guru yang memiliki kesadaran diri yang baik, ahlak yang baik dan dapat menunjukan integritas dan tanggungjawab dalam memutuskan masalah yang berkaitan dengan dilema etika yang terkadang terjadi di lingkungan kita.

            Guru juga harus memiliki kesadaran penuh ketika menghadapi suatu dilema etika, dengan kesadaran penuh, maka perhatian, rasa ingin tahu dan kebaikan akan mempengaruhi keputusan guru dalam menciptakan well being ekosistem (kesejahteraan psikologis).

5.      Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

            Menurut pendapat saya seorang pendidik yang telah memiliki nilai-nilai seorang guru penggerak yaitu Mandiri, Inovatif, Kolaboratif, Reflektif, dan Berpihak pada Murid. Seorang guru yang memiliki nilai-nilai tersebut akan mampu mengambil keputusan yang berpihak pada murid yang sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal dan dapat dipertanggungjawabkan supaya kedepannya lebih baik lagi.

            Jika seorang guru belum memiliki nilai-nilai guru pengerak atau telah kehilangan idealismenya seorang guru maka keputusan yang diambil akan cenderung mengutamakan kepentingan pribadi atau suatu golongan sering kali berorientasi pada materi dan tidak dapat dipertanggung jawabkan sehingga hal itu dapat merusak nama baik guru.

6.      Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

            Apabila kita akan mengambil sebuah  keputusan yang baik dan tepat tentunya  harus dilakukan secara bertahap dan menganalisis terlebih dahulu berbagai aspek, yang pertama yang harus dipertimbangkan adalah 4 paradigma dilema etika dimana kita harus mengetahui dilema etika apa yang terkait pada masalah tersebut apakah Individu melawan Masyarakat, Rasa Keadilan melawan Rasa Kasihan, Kebenaran melawan Kesetiaan atau Jangka Pendek melawan Jangka Panjang.Setelah itu kita akan mengetahui dan akan menemukan solusinya dengan tepat. 

            Kitapun harus melihat 3 prinsip pengambilan keputusan apakah Rule Based Thinking, End Based Thinking atau Care Based Thinking. Selanjutnya keputusan tersebut haruslah diambil dengan menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan, ada 9 langkah-langkah pengambilan keputusan :

                        1.      Mengenali nilai-nilai yang bertentangan

                        2.      Menentukan pihak-pihak yang terlibat

                        3.      Mengumpulkan fakta-fakta secara lengkap dan detail

                        4.      Melakukan pengujian benar atau salah

                        5.      Melakukan pengujian benar melawan benar

                        6.      Melakukan prinsip resolusi

                        7.      Mencoba mencari atau menginvestigasi opsi trilema

                        8.      Membuat keputusan

                        9.      Melakukan refleksi dan ambil pelajaran

 

7.      Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Iya ada. Tantangan-tantangan muncul karena masalah perubahan paradigma atau budaya di lingkungan sekolah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun diantaranya adalah :

                        1.      Sistem yang memaksa guru memilih pilihan yang salah atau kurang tepat dan tidak berpihak pada murid

                        2.      Tidak semua warga sekolah berkomitmen tinggi untuk menjalankan keputusan bersama.

                        3.      Keputusan dibuat tanpa sepenuhnya melibatkan guru sehingga muncul banyak kendala dalam proses pelaksanaan keputusan.

 

8.      Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

            Menurut pendapat saya semua tergantung kepada keputusan seperti apa yang akan diambil apabila keputusan tersebut sudah berpihak pada murid dalam hal ini tentang metode yang digunakan oleh guru, media dan system penilaian yang dilakukan yang sudah sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid  dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya.

            Namun apabila keputusan tidak berpihak pada murid dalam metode, media dan penilaian maka kemerdekaan belajar murid hanyalah omong kosong belaka dan tentunya murid tidak akan berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya.

9.      Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

            Keputusan yang diambil oleh seorang guru akan menjadi ibarat sebuah pisau yang disatu sisi jika digunakan dengan baik dan sesuai maka akan menjadikan atau berdampak baik dan membawa sebuah kesuksesan murid dimasa yang akan datang. Namun sebaliknya apabila keputusan tersebut tidak diambil dengan bijaksana bisa jadi akan berdampak sangat buruk bagi masa depan murid- murid.

            Keputusan yang berpihak pada murid haruslah melalui pertimbangan yang sangat akurat, dimana harus terlebih dahulu dilakukannya pemetaan terhadap minat belajar, profil pelajar, dan kesiapan belajar murid kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.

10.  Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

            Untuk menjawab pertanyaan diatas saya akan menuliskan kutipan kata-kata dari Bob Talbert yang bunyinya Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga atau utama adalah yang terbaik. (Bob Talbert). Maka kesimpulannya adalah kewajiban seorang guru bukan sekedar mengajarkan pengetahuan semata, yang terpenting adalah menyadari mengapa suatu pengetahuan itu penting bagi mereka serta bagaimana murid dapat menerapkan dan memanfaatkannya dalam kehidupan nyata untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan.

11.  Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

            Pemahaman saya tentang materi modul 3.1 ini adalah tentang penerapan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan. Dimana pemahaman tersebut saya gunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul untuk memetakan mana yang benar vs benar (dilema etika) atau yang benar vs salah (bujukan moral).

            Hal diluar dugaan yang saya dapatkan pada modul ini adalah ketika kita menemukan kasus dilema etika, maka perlu pula kita melakukan Investigasi Opsi Trilema. Yaitu untuk mencari solusi diluar dua pilihan yang ada agar muncul solusi kreatif yang bisa diterima semua pihak.

12.  Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

            Ya, pernah ketika saya sebagai guru yang dituntut untuk memberikan nilai kepada siswa sedangkan siswa tersebut jarang masuk ke sekolah, ia membutuhkan nilai dan ijazah untuk melamar pekerjaan di kota. Saat itu saya berfikir kenapa siswa sekarang selalu meminta dan menginginkan sesuatu secara instan. Sedangkan pada zaman saya sekolah tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk meminta kepada guru saya dengan mudah meminta nilai atau mengubah sebuat nilai.

            Setelah mempelajari modul ini, saya kemudian beranggapan, bahwa siswa memang harus berkembang sesuai kodrat alam dan zamannya. Sehingga dilema etika yang saya hadapi tersebut, harus saya sikapi secara arif dan bijaksana.

13.  Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

            Sebelum mempelajari modul ini, saya cenderung menyelesaikan masalah menggunakan prinsip End Based Thinking, yaitu saya melakukan karena itu yang terbaik untuk kebanyakan orang ataupun Rule Based Thinking yaitu berpusat pada tugas dan aturan yang ada. Setelah mempelajari modul 3.1, saya lebih banyak mengolah rasa empati saya untuk memutuskan sesuatu menggunakan rasa peduli atau disebut Care Based Thinking.

14.  Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

            Materi ini sangat penting bagi saya sebagai pemimpin pembelajaran. Karena dengan memahami paradigma, prinsip dan langkah-langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan, saya akan lebih mampu bersikap bijak jika bertemu dengan masalah dilema etika ataupun bujukan moral dan tidak gegabah dalam mengambil suatu keputusan.


Komentar